IMLEK, Bukan Sekedar Perayaan Tahun Baru Biasa

Selamat Tahun Baru Imlek
Selamat Tahun Baru Imlek

Imlek yang artinya kalender bulan atau kalender tionghoa merupakan kalender lunisolar yang dibuat dengan menyatukan perhitungan kalender bulan dan kalender matahari. Kalender Tionghoa sendiri masih banyak dipakai oleh masyarakat Tionghoa untuk memperingati hari besar Tradisional Tionghoa dan menentukan Hari / Tanggal yang baik untuk melangsungkan pernikahan atau memulai usaha. Kalender Tionghoa memiliki sebutan lain seperti kalender Agriculture, Kalender Yin, Kalender Lama, Kalender Baru, Kalender Masehi, dan Kalender Xia.

Tahun Baru Imlek merupakan hari besar penting bagi warga Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek selalu dimulai pada hari ke-1 dan bulan ke-1 di kalender Tionghoa dan diakhiri dengan Cap Go Meh pada tanggal ke-15 pada saat bulan penuh atau disebut Chuxi yang artinya Malam pergantian Tahun.

Di Tiongkok sendiri, adat dan tradisi yang termasuk dengan perayaan tahun baru imlek sangat banyak, namun semuanya memiliki bermacam-macam bentuk seperti berkumpul dan makan malam, serta menyalakan Kembang api dimalam sebelum tahun baru.

Diperingati oleh seluruh warga Tionghoa, tahun baru imlek adalah  hari libur spesial untuk orang Tionghoa dan berpengaruh terhadap perayaan tahun baru di Negara selain Tiongkok, termausk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang pada tahun sebelum 1873

Menurut ceritanya, pada jaman dahulu ada seekor Nian, raksasa yang memakan manusia yang turun dari gunung dan selalu muncul pada akhir musim dingin untuk melahap hasil panen dan mencuri ternak, serta memakan penghuni desa. Untuk menjaga diri dari serangan Nian, para penduduk menyiasati dengan memberikan makanan dengan cara digantung dipintu depan rumah mereka, yang dipermaksudkan agar Nian tidak menyerang atau memakan ternak dan hasil panen.

Sampai pada suatu hari, para warga keanehan ketika tau Nian lari terbirit-birit karena seorang anak kecil yang menggunakan baju merah, setelah itu, Nian tidak pernah terlihat lagi di desa. Akhirnya Nian ditangkap oleh Hongjun Laozu, seorang dewa tao dari cerita Fengshen Yanyi dan dijadikan sebagai kendaraan Honjun Laozu. Sejak saat itu setiap tahun baru akan datang para penduduk menggantung lentera dan gulungan kertas berwarna merah di atas jendela ruas-ruas pintu. Mereka juga menggunakan kembang api dengan tujuan mengusir Nian, yang dimana kemudian menjadi simbol dari perayaan tahun baru imlek.

Asal usul Imlek
Asal usul Imlek

 

Ucapan Selamat tahun baru pun beragam, berikut kalimatnya:

  • Gongxi Facai (Mandarin)
  • Kung Hei Fat Choi (Kanton)
  • Kiong Hi Huat Cai (Hokkian)
  • Kiong Hi Fat Choi (Hakka)
  • Xinnian Kuaile = Selamat Tahun Baru
  • Guonian Hao = Selamat Tahun Baru
  • Chunjie Hao = Bagus untuk Festival Musim Semi
  • Bainian Le = Salam Tahun Baru
  • Bainian La = Selamat Tahun Baru
Lentera merah
Lentera merah

Tahun baru imlek di Indonesia sendiri dulunya pada tahun 1968 sampai pada tahun 1999 dilarang dirayakan ditempat umum, menurut Instruksi presiden nomor 14 tahun 1967, rezim orde baru selama presiden Soeharto masih menjabat, melarang acara kepercayaan Tionghoa, salah satunya Imlek.

Masyarakat Tionghoa di Indonesia baru merasakan bebas merayakan Imlek pada tahun 2000 yang dimana peraturan pemerintah tersebut dicabut oleh Presiden Abdurrahman Wahid dan mengeluarkan keputusan presiden nomor 19/2001 pada tanggal 9 April 2001, yang dimana disebutkan imlek sebagai hari libur fakultatif, dan setelah tahun 2002, Imlek diresmikan menjadi hari libur nasional di Indonesia oleh Presiden Megawati Soekarnoputri dari tahun 2003 sampai sekarang.

Umumnya, perayaan Imlek berlangsung selama 15 hari. Satu hari sebelum atau disaat tahun baru imlek, bagi warna keturunan Tionghoa merupakan satu kewajiban untuk melaksanakan sembahyang kepada para leluhur seperti pada saat upacara kematian, memelihara meja abu, bersembahyang leluhur / Ceng Beng / berziarah dan membersihkan makam leluhur.

Kuil
Kuil

 

Contoh:

Pada malam tanggal 8 menuju tanggal 9 pada saat cu si / antara jam 11 malam sampai jam 1 pagi dilakukan sembahyang, sembayang ini disebut King Thi Kong (sembahyang Tuhan yang maha esa) yang dipanjatkan di depan pintu mengarah ke langit lepas dengan media altar yang terbuat dari meja yang cukup tinggi lengkap dengan sajiian berupa Sam-Poo (Teh, Bunga, dan Air Jernih), Tee-Liau (Teh dan Manisan dalam 3 macam), Mi Swa, Ngo Koo (lima macam buah), sepasang tebu dan beberapa peralatan seperti Hio-io (tempat dupa), Swan-loo (tempat dupa bubuk), Bun-loo (tempat surat doa) dan lilin besar.

Pada hari Cap Go Meh tanggal 15 saat bulan purnama, dilakukan sembahyang penutupan, antara shien si / jam 3 siang sampai jam 5 sore dan cu si / antara jam 11 malam sampai jam 1 pagi. Sembahyang menggunakan Thiam Hio, yang dikenal juga sebagai sembahyang Gwan Siau yang wajib dilakukan bukan saja pada hari besar melainkan setiap hari pada pagi dan malam hari.

Namun, Imlek bukanlah hari raya keagamaan, melainkan budaya Negara China, atau sama halnya orang Jawa mencuci keris waktu malam satu suro. Imlek memang erat hubungannya dengan konghucu, tapi Imlek bukanlah hari raya keagamaan, karena Imlek diketahui ada sejak ribuan tahun lalu, sebelum orang Tionghoa mengenal ajaran agama Tao dan Konghucu.

Tahun baru imlek selalu jatuh pada bulan Januari / Februari, mengapa? Karena orang China memiliki kalender tradisional sendiri. Pada jaman Huang Di, kalender tersebut digunakan pada Milenium ke 3 SM oleh penguasa legendary pertama Huang Di, dan semakin berkembang lagi oleh penguasa legendary ke 4 SM, Kaisar Yao, Siklus 60 Tahun mulai digunakan pada millenium ke 2 SM, dan kalender yang lebih berkembang digunakan pada tahun 841 SM pada zaman Dinasti Zhou dengan penerapan perhitungan bulan ganda dan perhitungan bulan pertama setiap tahun diawali oleh titik balik matahari.

Pada jaman Dinasti Qin, Kalender Sifen (4 triwulan) digunakan mulai dari tahun 484 SM, yang menjadi kalender Tionghoa pertama menggunakan perhitungan lebih presisi, dengan siklus 19 tahun (235 bulan) dan penanggalan matahari 365.25 hari yang lebih dikenal dalam pengetahuan barat sebagai Peredaran Metonic. Pada tahun 256 SM, kalender tersebut digunakan oleh Negara Qin, dan ditetapkan diseluruh negeri China setelah Qin mengambil alih keseluruhan negeri Cina dan menjadikannya Dinasti Qin.

Pada Dinasti han, Kaisar Wu memperkenalkan reformasi kalender baru, yaitu kalender Taichu pada tahun 104 SM dan menentukan jumlah hari untuk penanggalan bulan (1 bulan lamanya 29 / 30 hari) karena gerakan matahari digunakan untuk mengkalkulasi Jieqi. Di era Dinasti Jin dan Dinasti Tang, sempat juga dikembangkan Kalender Dayan dan Huangji. Meski tidak sempat digunakan, pengenalan ilmu astromoni barat ke tiongkok melalui misi penyebaran agama Kristen terlihat bahwa gerak bulan dan matahari mulai dihitung pada tahun 1645 dalam kalender Shixian Dinasti Qing yang dibuat oleh Misioner Adam Schall.

Tradisi hari raya imlek yang penuh arti merupakan sesuatu yang ditunggu oleh semua warga tionghoa, berikut hasil rangkumannya :

1. Makan bersama keluarga besar

Makanan yang disajikan juga sangat spesial karena bukan hanya enak tapi juga diyakini memberikan rezeki pada setiap orang.

2. Serba Berwarna Merah

Merah merupakan warna yang paling erat ikatannya dengan imlek dan memang sudah digunakan sejak jaman dahulu, yang dalam kepercayaan Tionghoa, warna merah berarti warna keberuntungan dan mengusir roh jahat

3. Hong Bao atau Angpao

Hong Bao atau amplop merah adalah tradisi yang selalu ada pada saat Imlek, di Indonesia sendiri disebut Angpau, yang biasanya diberikan oleh orang yang lebih tua kepada yang lebih muda, terutama jika mereka belum memiliki pekerjaan

4. Kembang Api dan Petasan

Yang membedakan petasan tahun baru China dengan tahun baru Biasa adalah dibuat dari kertas merah dan digulung kemudian diisi oleh bubuk mesiu, suara tersebut dipercaya dapat mengusir roh jahat.

5. Sembahyang di Klenteng

Warga Tionghoa juga akan pergi sembahyang di Klenteng, biasanya di hari ketiga untuk berdoa dan meminta rezeki pada para dewa agar kehidupan mereka lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

6. Membersihkan Rumah

Selain membuat suasana rumah menjadi nyaman dan bersih, membersihkan rumah sebelum tahun baru diyakini dapat mengusir nasib buruk.

7. Barongsai

Pertunjukan yang digemari banyak kalangan bukan hanya warga Tionghoa adalah Barongsai, menggunakan kostum dengan kepala seperti singa dan badan seperti naga, dilakukan dengan aksi akrobatik oleh dua orang, satu untuk mengisi bagian kepala, dan yang satu lagi menggerakan bagian badan.

Barongsai
Barongsai

Imlek tahun ini jatuh pada tanggal 12 Februari 2021 pada hari Jumat, dan dalam kepercayaan, pada tahun 2021 ini merupakan Shio Naga Logam.

Jadi? Berencana kemana kalian pada long weekend 12 – 14 Februari 2021 nanti?

Leave a Reply